Terus Menunggu Kiriman Pusat
KOTAAGUNG (Lampost): Hingga kini, pembangunan di Kabupaten Tanggamus masih mengandalkan sumber dana dari pemerintah pusat, baik dari dana alokasi umum (DAU) maupun dana alokasi khusus (DAK) dan yang lainnya.

Meskipun penerimaan dana setiap tahunnya cenderung meningkat, masih jauh dari cukup jika dibandingkan dengan luasnya cakupan sektor yang harus ditangani. “Bagaimana mungkin dengan dana sekitar Rp300 miliar, kita dapat menangani seluruh sektor pembangunan secara maksimal,” kata Bupati Tanggamus, Hi. Fauzan Sya’ie, pada setiap kesempatan.

Untuk itulah, dalam setiap tahun anggaran, proses pembangunan yang dilakukan selalu mempertimbangkan skala prioritas. Terutama pada sektor-sektor yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat dan sektor-sektor yang dapat menggerakan potensi sumber daya alam yang dimiliki.

Kebijakan itu dapat dipahami, mengingat PAD Kabupaten Tanggamus, sampai kini besarnya belum sesuai dengan potensi yang dimiliki. Meskipun banyak kalangan yang mengakui tiga tahun terakhir ini pendapatan meningkat tajam, dari sekitar Rp2,5 miliar pada tahun 2002, meningkat menjadi Rp10 miliar pada tahun 2005.

Selama dua tahun terkahir, meskipun pembangunan di Kabupaten Tanggamus masih belum seluruhnya tergarap, tanda-tanda keberhasilan sudah mulai tampak. Dalam bidang pendidikan, misalnya, telah dilakukan renovasi 42 unit SD pada tahun 2004. Dan tahun 2005 ini meningkat menjadi 74 unit SD direhab. Sisanya sekitar 10% dari 678 SD akan dibangun pada tahun mendatang.

Untuk sarana kesehatan berupa puskesmas dan pustu juga meningkat. Dari hanya 25 puskesmas pada tahun 2003 menjadi 28 buah. Sementara pustu dari 71 buah menjadi 75.

Permasalahan yang patut menjadi perhatian kini dari semua pihak adalah terbatasnya sumber daya manusia yang andal. Untuk bidang pendidikan misalnya, sampai kini Tanggamus masih banyak kekuranagn guru SD hingga SMA. Untuk mengantisipasi masalah tersebut, solusinya dengan memanfaatkan tenaga honorer.

Di bidang kesehatan, dari jumlah puskesmas dan pustu yang ada, minimal seharusnya memiliki 578 dokter, perawat 257, bidan 161, sanitarian 29, dan pekarya 66 orang. Kenyataannya, kini di Tanggamus baru memiliki 26 dokter, 187 perawat, 79 bidan, 23 sanitarian, dan 19 pekarya.

Untuk prasarana sampai posisi 2002 telah memiliki ruas jalan kabupaten sepanjang 870,11 kilometer, yang tersebar di 184 ruas jalan. Kemudian pada tahun 2004 telah dilakukan penambahan jalan kabupaten sepanjang 18,6 kilometer, dan pada tahun 2005 ditambah lagi menjadi sepanjang 8 kilometer. Selain itu, dilakukan juga perbaikan ruas jalan yang rusak dan peningkatan kondisi jalan.

Selanjutnya, untuk menciptakan Kabupaten Tanggamus sebagai pusat perekonomian, langkah yang ditempuh adalah melalui promosi potensi alam yang melimpah ruah dan dikelola dengan baik, seperti potensi pariwisata, pertambangan, kehutanan, pertanian, perkebunan, dan peternakan.

Untuk potensi wisata, Kabupaten Tanggamus memiliki ratusan objek wisata unggulan, seperti wisata alam kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), air terjun, pemandian air panas, arum jeram, waduk Batutegi, dan lain-lain. Untuk wisata pantai, ada Pantai Way Gelang, Paku, Badak, serta Pantai Pulau Tabuan yang memiliki panorama gugusan terumbu karang alami dan pasir serta karang putih yang indah.

Tanggamus juga memiliki wisata sejarah, seperti prasasti Batu Bedil, Makam Keramat, Napal Gilih di Way Panas, Gua Bunda Maria, sendang Bunda Maria, dan Makam K.H. Ghalib.

Dari peta keperiwisataan, Kabupaten Tanggamus sudah masuk jalur D, yaitu Bandar Lampung–Tampang–Belimbing. Wisata Tampang–Belimbing (Tambling) merupakan ekowisata terlengkap di ASEAN, yang terdiri dari pantai, hutan, sungai, dana, dan habitat flora dan fauna. Terutama habitat rusa, penyu, kerbau liar, gajah, badak, harimau, beruang, burung, dan lain sebagainya.

Jalur D ini juga merupakan bagian dari peta wilayah tujuan wisata C yang beranggotakan DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Lampung.

Untuk potensi pertambangan, Tanggamus memiliki tambang zeolit seluas 6.318 hektare, granit 627 hektare, anesit 1.239 hektare, marmer 135 hektare, emas 3.689 hektare, energi panas bumi (geotermal), air bawah tanah dan permukaan, dan lain sebagainya. Selain itu, perairan Teluk Semangka kaya ikan dengan produksi mencapai 11.026.000 ton per tahun.

Sedangkan potensi perikanan darat, peternakan, pertanian, perkebunan, dan kehutanan juga memiliki keunggulan yang cukup kompetitif. Potensi alam tersebut kini masih bagaikan “mutu manikam” di dasar samudera nan luas. Dan untuk ke depan akan terus diupayakan dikelola secara ekonomis sebagai sumber PAD.

Untuk mewujudkan hal itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Tanggamus di bawah nakhoda Fauzan Sya’ie-Bambang Kurniawan, terus merintis pembangunan dan prasarana pendukung yang memadai. Salah satunya, menciptakan ibu kota Kabupaten Tanggamus–Kotaagung–yang komprehensif, dengan membangun tata kota–pasar dan jalan dua jalur.

Di samping itu, memprioritaskan pembangunan jalan di wilayah-wilayah yang relatif sulit dijangkau tetapi sesungguhnya memiliki potensi yang laur biasa, seperti Kecamatan Ulubelu, Cukuhbalak, Kelumbayan, dan Pematangsawa.

Selanjutnya, untuk menyongsong dibukanya jalan lintas barat yang membuka hubungan Lampung–Bengkulu, Pemkab Tanggamus sedang mengupayakan pembangunan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan Dermaga Batu Balai di Kotaagung. “Jika jalan ini sudah beroperasi, saya yakin Tanggamus akan sibuk dengan geliat perekonomian dan pembangunan,” kata Fauzan Sya’ie. n SAYUTI/D-1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s