TELUK Kiluan di Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus, Lampung, adalah surga bagi lumba-lumba. Samudera nan luas itu setiap saat menjadi kolam pertunjukan tariannya. Ada atau tidak ada penonton.

Angin yang berembus di permukaan air laut membiru, menciptakan gelombang-gelombang kecil ombak beriring. Sapuan semilir itu seolah menjadi hitungan “satu-dua-tiga” bagi belasan lumba-lumba yang bercengkerama di bawahnya.

Seperti mendapat aba-aba, makhluk laut nan cantik itu menggelegak ke udara hingga seluruh tubuhnya telanjang oleh setiap mata yang menatap. Lalu, melengkung di udara, dan kepalanya menghunjam lagi ke air. Seperti mengantre, lumba-lumba itu berganti-ganti beratraksi. Sehingga, dalam jangka beberapa menit, pemandangan natural tanpa rekayasa itu tersaji tanpa henti.

Butuh waktu tiga sampai empat jam perjalanan dari Kota Bandar Lampung untuk sampai di Teluk Kiluan yang memesona. Jalan menanjak dan berkelok serta alam yang masih alami adalah hal yang akan kita temukan.

Pemandangan yang luar biasa indahnya sudah terlihat sepanjang perjalanan mengarungi teluk. Gugusan pulau dan batu karang yang diterjang ombak, hamparan pasir putih yang mengelilingi bibir pulau, burung camar yang beterbangan, dan angin sepoi-sepoi yang menyejukkan membuat semangat kembali menggelora setelah lelah berada di mobil.

Bentangan pasir putih yang mengelilingi hampir seluruh pulau menjadi daya tarik kuat Pulau Kiluan. Pesona yang dipancarkan alam Kiluan membuat siapa pun yang mengunjunginya berharap dapat kembali lagi ke sana.

Tak jauh dari Pulau Kiluan, ada satu lagi pantai yang sayang untuk tidak dikunjungi jika berada di Kiluan. Dari Pekon Kiluan Negeri butuh waktu sepuluh menit perjalanan dengan mengendarai sepeda motor untuk sampai di pantai Pasir Putih. Pantai Pasir Putih memiliki ombak yang lebih besar dibandingkan dengan yang ada di Teluk Kiluan, sangat cocok bagi yang hobi menyelam. Di sisi pantai sebelah kanan ada deretan bebatuan karang yang menjulang tinggi sebagai pemecah ombak.

Pengembangan

Dalam masterplan pembangunan kawasan ekowisata Teluk Kiluan, digambarkan lokasi wisata Teluk Kiluan yang terletak di Pekon Kiluan Negeri, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus.

Kawasan pertama merupakan pintu masuk kawasan dan area parkir. Kawasan kedua merupakan area perdagangan, di mana akan dibuat kios-kios untuk menjual barang suvenir karya penduduk lokal. Kawasan ketiga merupakan area bermain anak yang terdiri dari taman, beberapa arena permainan anak, dan arena outbound.

Kawasan keempat adalah dermaga penyeberangan dari Pekon Kiluan Negeri ke Pulau Kiluan dan teluk tempat populasi lumba-lumba berada. Kawasan kelima, area penginapan yang akan dibangun di bibir pantai atau kawasan pesisir Pekon Kiluan Negeri yang juga akan dilengkapi dengan restoran. Di kawasan ini juga akan didirikan panggung pertunjukan untuk menghibur para wisatawan.

Untuk mendukung pariwisata ini, Pemkab setempat telah melakukan perbaikan jalan dan jembatan yang akan memudahkan akses untuk masuk ke kawasan Teluk Kiluan. Pembangunan ini memberi peluang bagi investor untuk masuk. D-2

‘Surfing’ Eksotik di Tanjung Setia

TANJUNG Setia adalah pantai yang terletak 60 km dari Liwa (ibukota Kabupaten Lampung Barat). Pantai ini sangat dikenal dengan ketinggian ombaknya dan menjadi salah satu pantai dengan ombak tertinggi di dunia. Dengan ombak setinggi 5 meter dan panjang gelombang 200 meter, tak heran jika tidak kurang dari 100 ribu wisatawan dari Australia; Portugal; Belanda; dan Jepang selalu berkunjung ke pantai ini setiap tahun, terutama Juli hingga Oktober untuk melakukan surfing (selancar).

Jika Anda hobi surfing, Pantai Tanjung Setia akan menjadi salah satu pilihan yang tepat, apalagi di pantai ini juga telah tersedia surfing camp untuk lebih memudahkan para wisatawan yang ingin melakukan surfing.

Selain ombak yang menantang, panoramanya alami dan udaranya pun sejuk. Deburan ombak yang berhadapan dengan Samudera Hindia sungguh menggemaskan. Selain surfing, Anda juga dapat memancing karena pantai ini kaya ikan, mulai tuna hingga blue marlin. Juga, sebagai tempat berkemah. Apalagi, ada cottage yang representatif, bahkan alami lantaran bangunannya menyatu dengan alam.

Untuk sarana jalan raya, sudah dibangun jalan yang sudah dilapisi batu koral sehingga memudahkan wisatawan berwisata di pantai yang berada di Pekon Bumiagung, Kecamatan Biha, sekitar 22 km dari Kota Krui ini.

Wisata Alam Batu Putu

Batu Putu memiliki keunggulan khas dibanding wilayah-wilayah lain di Indonesia seperti pemandangan dari atas areal wisata yang dapat melihat suasana pantai Teluk Lampung, Kota Bandar Lampung, hamparan hijau areal pertanian rakyat, dan perbukitan hijau di sekitarnya.

Suasana perkampungan yang sejuk dan tenang bisa dijadikan alternatif pelepas kepenatan di akhir pekan.

Letaknya tak jauh dari pusat kota Bandar Lampung. Perjalanan melalui jalan aspal yang berkelok-kelok bak melintasi kawasan puncak namun sepi. Di sepanjang jalan, pohon-pohon pisang, manggis, dan durian berderet menjadi pemandangan yang nyaman. Menikmati kawasan ini juga lebih asyik saat menjelang senja turun. Bahkan, bermalam merupakan pilihan yang tepat bagi pengunjung yang ingin menikmati malam indah di puncak Batu Putu.

Teluk Lampung memiliki keindahan tersendiri jika dilihat dari puncak Batu Putu. Kelap-kelip lampu perahu nelayan beserta aktivitasnya menjadi hal yang mengasyikan untuk dinikmati. Hamparan hijau perbukitan tak kalah menarik untuk dinikmati. Bersama sepotong singkong bakar dan secangkir kopi, terasa nikmat bercengkerama dengan dinginnya malam.

Areal batu Putu pun cocok untuk dijadikan tempat outbound bagi pelajar dan mahasiswa yang ingin berlibur. Di sini juga terdapat kebun binatang, arena bermain/wisata air, serta kontur tanah berbukit-bukit yang menyejukkan. D-2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s