KOTAAGUNG (Lampost): Sejumlah elemen masyarakat Kabupaten Tanggamus mempertanyakan kelanjutan pembangunan Pelabuhan Batu Balai di Pekon Sukabanjar, Kecamatan Kotaagung Timur.

Pasalnya, sejak 2007 hingga kini pelabuhan tersebut belum juga rampung. Tak tampak pekerja melakukan aktivitasa. Terhentinya aktivitas pembangunan Pelabuhan Batu Balai yang menjadi salah satu program mercusuar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanggamus, selama tahun 2007 hingga 2008 ini, berdampak pada terbengkalainya dermaga pelabuhan yang sudah selesai dibangun. Padahal, Pemkab Tanggamus bercita-cita menjadikan pelabuhan ini sebagai pelabuhan barang alternatif selain Pelabuhan Panjang di Bandar Lampung.

Bahkan, menjadi pelabuhan barang internasional alternatif untuk kawasan barat karena di Panjang tata ruangnya sudah kacau.

Warga mengatakan sudah tahun terakhir tidak tampak aktivitas pembangunan lanjutan di Pelabuhan Batu Balai ini.

“Yang baru dibangun oleh Pemkab Tanggamus baru dermaga sandar, sedangkan fasilitas umum, seperti perkantoran dan sebagainya, belum sama sekali. Apa akan dibiarkan mubazir,” kata Samsudin (50), warga sekitar lokasi, Jumat (27-3).

Pelabuhan tersebut berjarak sekitar 15 kilometer dari Ibu Kota Kabupaten Tanggamus, Kotaagung. Masuk melalui tiga arah, yaitu pintu Kotaagung Timur (Taman Makam Pahlawan), dari Kecamatan Pugung menuju Kecamatan Bulok, atau dari arah Pringsewu melalui Kecamatan Limau.

Sementara itu, akses jalan dari arah Kotaagung Timur sudah di-hotmix, dan hanya menyisakan satu jembatan yang belum rampung dibangun yang berada di Pekon Ketapang, Kecamatan Limau.

Mengingat uang yang dibenamkan di proyek tersebut cukup banyak, Keluarga Besar Pemuda Tanggamus (KBPT) mendesak Pemkab Tanggamus dan Pemrov Lampung melanjutkan pembangunan Pelabuhan Batu Balai.

“Ini agar kegiatan ekspor dan impor berjalan lancar tanpa harus ke Panjang, Bandar Lampung, khususnya untuk wilayah bagian barat,” kata Buyung. M dari KBPT.

Dari jalan provinsi (jalan lintas pesisir Teluk Semangka) tersebut lokasi yang direncana menjadi pelabuhan barang sudah terlihat. Namun, sejauh ini baru bangunan dermaga yang mencorong ke tengah lautan sampai 500 meter.

Sementara itu, di daratan, lahan masih belum dibersihkan, ilalang yang membelukar menutupi sisa bahan bangunan dermaga tersebut. Adanya rencana pembangunan di wilayah itu membuat lokasi yang tadinya tidak ada perumahan warga, kini sudah ramai berdiri rumah-rumah sederhana milik warga, bahkan mereka mulai membuka warung.

Warga berharap pembangunan pelabuhan cepat selesai dan cepat difungsikan sehingga mereka bisa berusaha.

Warga di sekitar calon lokasi pelabuhan mengaku pembangunan pelabuhan terhenti sejak dua tahun lalu. Mereka mengaku tidak tahu mengapa pembangunan calon pelabuhan terhenti karena saat dimulai pembangunan pelabuhan banyak sekali material yang datang.

“Dermaganya sudah selesai dibangun, tetapi pembangunannya malah terhenti. Apa seperti ini yang dinamakan pelabuhan peti kemas? Setahu saya, pelabuhan seperti Panjang itu, lengkap fasilitasnya,” kata seorang warga. n UTI/D-2

Warga mengakui, sebelum ada calon bangunan pelabuhan itu, jalan linats pesisir yang menghubungkan Kecamatan Kotaagung Timur dengan Kecamatan Limau dan Cukuhbalak ini tidak sebagus kini.

Jalannya masih tanah yang saat hujan akan menjadi kubangan Lumpur, bahkan sungai-sungai tidak bias diseberangi bila banjir, karena belum dibangun jembatan.

Seiring pembangunan dermaga, jalan berubah menjadi jalan onderlaag, terus sampai setelah selesai dermaga barulah pemerintah mengaspalnya menjadi jalan hotmix. Jembatan-jembatan juga mulai dibangun, dan kawasan sekitar menjadi ramai. “Kondisi sekarang, pelabuhan belum selesai bahkan mangkrak, malah kondisi jalan hotmik nya sudah banyak yang rusak, padahal sedikit kendaraan yang lewat di jalan ini,” kata Januri (50), warga Dusun Temiang, Pekon Sukanabjar, Kecamatan kotaagung, yang berada disepanjang jalan menuju pelabuhan tersebut. n UTI/D-2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s